- Inti Masalah: Degradasi tendon ekstensor siku terjadi akibat beban kejut dan getaran konstan dari raket padel tanpa senar.
- Solusi Praktis:Kurangi frekuensi bermain dan tambahkan overgrip tebal pada gagang raket untuk mengurangi ketegangan cengkeraman otot.
- Insight Klinis: Latihan isometrik dan eksentrik memblokir sinyal nyeri otak sekaligus merangsang pembentukan sel kolagen tendon baru.
- Peringatan: Hentikan aktivitas segera jika muncul nyeri tajam menjalar ke jari atau genggaman tangan melemah drastis.
📩 Konsultasi personal: ruangfisiowork@gmail.com Pelajari bagaimana kami menggunakan AI di sini: https://www.ruangfisio.id/ai-disclosure-ruang-fisio/
Olahraga padel saat ini sedang menjadi tren besar di Indonesia. Kombinasi antara tenis dan squash ini menawarkan intensitas yang seru dan interaksi sosial yang tinggi di lapangan tertutup. Namun, seiring dengan meningkatnya jumlah pemain baru, keluhan cedera pada area lengan atas juga ikut meroket. Salah satu keluhan yang paling sering muncul di klinik fisioterapi adalah nyeri tajam di sisi luar siku yang kini sering disebut sebagai Padel Elbow.
Jika kamu mulai merasakan ngilu saat mengangkat raket atau bahkan sekadar memutar gagang pintu setelah bermain padel, kamu tidak sendirian. Mari kita bedah kondisi ini dari kacamata fisioterapi medis modern, agar kamu tahu langkah pemulihan yang tepat dan tidak terjebak pada mitos penanganan usang.
Apa Itu Padel Elbow? Lebih dari Sekadar Nyeri Siku Biasa
Dalam dunia medis klinis, kondisi ini dikenal dengan nama Lateral Epicondylalgia, yaitu kelainan atau masalah pada tendon otot ekstensor di bagian luar sendi siku. Otot ekstensor ini berfungsi menarik pergelangan tangan kamu ke arah atas dan menstabilkan genggaman.
Selama bertahun tahun, kondisi ini lebih dikenal dengan istilah peradangan akut. Namun, terjadi pergeseran paradigma medis yang sangat penting. Riset terbaru dari berbagai jurnal fisioterapi internasional dan lokal menunjukkan bahwa nyeri kronis pada siku ini jarang sekali murni karena peradangan, melainkan merupakan proses tendinopati. Tendinopati berarti terjadi penurunan kualitas atau degradasi jaringan kolagen pada tendon akibat beban berlebih yang terus ditumpuk tanpa waktu pemulihan yang cukup. Mengetahui fakta ini sangat krusial, karena pendekatan istirahat total dan hanya mengandalkan kompres es sudah tidak lagi relevan untuk menyembuhkan tendon yang mengalami degradasi.
Penyebab dan Biomekanika: Mengapa Pemain Padel Sangat Rentan?
Kamu mungkin bertanya tanya, apa bedanya kondisi ini dengan cedera pada pemain tenis? Perbedaannya terletak pada karakteristik alat dan biomekanika pukulan di lapangan.
Perbedaan Karakteristik Raket Padel dan Tenis
| Fitur Raket | Raket Padel | Raket Tenis |
| Bahan Permukaan | Solid (karbon atau fiberglass berpori) | Memiliki senar |
| Getaran Impak | Getaran kejut langsung merambat melintasi gagang, lengan, pergelangan tangan, dan menumpuk di siku. | Senar menyerap sebagian besar getaran impak. |
| Dampak pada Tendon | Beban getaran perlahan menguras kapasitas beban tendon ekstensor. | Penyerapan getaran lebih baik. |
Berikut adalah faktor-faktor yang berkontribusi terhadap Padel Elbow:
- Teknik Bermain yang Menuntut Kekakuan Pergelangan Tangan: Teknik bermain padel, terutama untuk mengontrol bola yang memantul dari dinding kaca, sering menuntut posisi pergelangan tangan yang kaku.
- Gerakan Repetitif dan Terbatas: Pukulan seperti backhand atau vibora melibatkan pengulangan tinggi dalam ruang gerak yang sangat terbatas.
- Ukuran Genggaman (Grip) Raket yang Tidak Tepat: Jika grip raket terlalu kecil, otot ekstensor (otot yang meluruskan pergelangan tangan) harus bekerja ekstra keras untuk mencegah raket terlepas saat terjadi benturan dengan bola.
- Masalah Getaran (Implisit dalam konteks awal): Meskipun tidak terperinci dalam teks yang dipilih, konteks awal menyebutkan “Selain masalah getaran,” menunjukkan bahwa getaran raket juga merupakan faktor risiko.
Kenali Gejala Padel Elbow Sejak Fase Awal
Mendeteksi kelelahan tendon lebih awal akan menyelamatkan kamu dari masa rehabilitasi yang panjang. Berikut adalah beberapa gejala khas yang perlu kamu waspadai:
- Rasa nyeri seperti terbakar atau pegal yang menetap di tulang siku bagian luar.
- Nyeri yang meruncing dan tiba tiba tajam saat kamu mencoba menggenggam sesuatu dengan kuat, seperti mengangkat galon, membawa kantong belanjaan, atau bersalaman.
- Kekakuan sendi siku di pagi hari saat baru bangun tidur yang berangsur membaik setelah lengan digerakkan perlahan.
Manajemen dan Rehabilitasi: Pendekatan Fisioterapi Modern
Berhenti bermain sepenuhnya justru bisa membuat kapasitas tendon kamu semakin menurun. Pendekatan fisioterapi modern berfokus pada adaptasi beban secara bertahap.
Fase Akut: Pertolongan Pertama dan Modifikasi Beban

Fokus utama pada fase awal bukanlah istirahat total di kasur, melainkan manajemen beban. Kurangi frekuensi dan durasi bermain padel kamu untuk sementara waktu. Jika kamu biasanya bermain empat kali seminggu selama dua jam, kurangi menjadi dua kali seminggu selama satu jam. Evaluasi juga perlengkapan kamu dengan menambahkan overgrip pada gagang raket untuk menebalkan ukurannya sehingga otot lengan bawah tidak perlu mencengkeram terlalu keras.
Fase Pemulihan dengan Latihan Isometrik dan Eksentrik
Satu satunya cara untuk membangun kembali kualitas jaringan kolagen pada tendon adalah dengan memberikan beban yang terukur.

Langkah pertama adalah latihan isometrik. Latihan ini dilakukan dengan menahan beban ringan tanpa menggerakkan sendi pergelangan tangan, fungsinya sangat baik untuk meredakan sinyal nyeri di otak secara instan.
Setelah nyeri mereda, masuk ke fase latihan eksentrik. Latihan eksentrik dilakukan dengan cara menurunkan beban secara perlahan. Pegang dumbbell ringan, gunakan tangan sebelahnya untuk mengangkat pergelangan tangan ke atas, lalu perlahan lahan tahan beban turun kembali ke bawah selama tiga sampai lima detik. Latihan ini terbukti secara medis mampu merangsang pembentukan sel kolagen baru yang lebih kuat.
Peran Manual Terapi di Fisioterapi
Di klinik, fisioterapis biasanya akan mengkombinasikan latihan aktif dengan teknik manual terapi. Teknik manipulasi sendi spesifik seperti mobilisasi Mulligan atau pelepasan ketegangan otot melalui Myofascial Release sangat efektif untuk mengembalikan ruang gerak sendi siku dan melancarkan sirkulasi darah di area tendon yang cedera.
Kapan Harus Segera Konsultasi ke Fisioterapis?
Tidak semua nyeri siku bisa diselesaikan dengan latihan mandiri di rumah. Ada beberapa tanda bahaya atau red flags yang mengharuskan kamu untuk segera mendapatkan evaluasi klinis profesional. Segera hentikan seluruh aktivitas olahraga jika kamu merasakan lengan bawah hingga jari jemari mati rasa, nyeri tajam yang terus berdenyut hingga membuat kamu kesulitan tidur di malam hari, sendi siku bengkak dan memerah hebat, atau tidak ada perbaikan fungsional sama sekali setelah mencoba memodifikasi beban selama dua minggu.
Jangan biarkan nyeri siku membuat kamu harus gantung raket Padel terlalu lama. Cedera tendon membutuhkan evaluasi kapasitas beban yang spesifik agar kamu tidak menebak nebak durasi istirahat yang sebenarnya tidak menyelesaikan masalah inti. Konsultasikan pola latihan, evaluasi teknik, dan keluhan sikumu secara terarah bersama kami melalui email ruangfisiowork@gmail.com.
Artikel ini dibuat oleh Muhammad Harist dan di review oleh fisioterapis Awalin Aulia Ramadhani. Informasi lebih lanjut bisa lihat ke halaman Tentang Kami
- Bisset, L. M., & Vicenzino, B., 2015, Physiotherapy management of lateral epicondylalgia, Journal of Physiotherapy, Diakses pada tahun 2026
- Coombes, B. K., Bisset, L., & Vicenzino, B., 2015, Management of Lateral Epicondylalgia: A Clinical Practice Guideline, Journal of Orthopaedic & Sports Physical Therapy, Diakses pada tahun 2026
- Kamayoga, I. D. G. A., dkk., 2023, The potential of Mulligan mobilization with movement and blood flow restriction training for lateral epicondylitis, Physical Therapy Journal of Indonesia, Diakses pada tahun 2026
- Junaedi, M. P., dkk., 2023, Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Lateral epicondylitis: Studi Kasus, Equator Physiotherapy, Diakses pada tahun 2026
- Khoiruddin, M., dkk., 2022, Study narrative review latihan eccentric terhadap penurunan nyeri pada penderita tennis elbow, Journal Physical Therapy UNISA, Diakses pada tahun 2026